|
Akhirnya kita harus mengakui kehebatan Korea. Tim Thomas Indonesia bertekuk lutut dengan score telak 0-3 tanpa ada perlawanan sedikitpun. Walaupun demikian kita tetap harus berbangga hati, tim Thomas Indonesia berhasil memperoleh perunggu. Sedikit disayangkan pada partai tunggal ketiga yang dimainkan oleh Taufik yang terlihat kurang bersemangat dan tentu saja cukup mengecewakan.
Seperti lazimnya komentator maupun penonton, kita pasti selalu lebih pintar (dalam hal berkomentar) dibandinhgkan dengan pemain. Bukan masalah teknis atau kemampuan sebetulnya yang dipertanyakan akan tetapi masalah semangat. Siapapun yang menonton pertandingan tersebut pasti akan menyimpulkan hal demikian. Sedih dan tentu saja kecewa... Tidak terlihat semangat dan perjuangan yang berarti yang ditunjukkan oleh seorang Taufik. Cerita akan menjadi lain jika kekalahan yang diterima Taufik (yang tentu saja kelahan bangsa Indonesia), diperjuangkan dengan gigih hingga poin terakhir. Sayangnya hal ini tidak terjadi, Taufik seperti mempunyai beban dan malas-malasan untuk memperjuangkannya. Berbeda jauh dengan Hyun Ii yang terlihat begitu tinggi semangat dan daya juangnya. Begitu juga dengan pemain-pemain Korea lainnya terlihat begitu semangat dan sangat gigih. Kemanapun shuttlecock diarahkan Tim Thomas Indonesia, pasti dikejar oleh mereka. Dan hal tersebut tidak ditunjukkan oleh Taufik, bahkan pada poin terakhir pada set pertama terlihat Taufik sepeti menyerah begitu saja dan ogah2an mengejar shuttlecock yang ditempatkan secara baik oleh Hyun li Lee. Markis/Hendra, partai ganda kita juga pada set ketiga terlihat melempem 21-10, score yang cukup telak padahal mereka merupakan ganda putra nomor satu dunia saat ini. Tetap salut buat ganda putra tersebut dengan kegigihanya terutama di set awal. Salut, bangga dan simpati buat Sony , walaupun menyerah dari Park Sung, tetapi tetap memperlihatkan kejantanannya... eh... maskudnya semangat dan kegigihannya hingga poin terakhir. Apakah beban mental yang sedemikian luar biasanya sehingga malah membuat semangat tim Thomas Indonesia kalah terutama Taufik Hidayat oleh semangat Tim Thomas Korea? Wallahu alam... Kalah adalah hal biasa. Tapi kekalahan tanpa adanya perjuangan dan semangat adalah sia-sia dan menjauhkan semua harapan. Semoga harapan itu masih ada di Tim Uber Indonesia. Kalah atau menang bukan merupakan ukuran dan merupakan hal yang biasa. Yang penting adalah SEMANGAT! Karena SEMANGAT itulah yang dapat diPERJUANGKAN dan diusahakan. Kalaupun kekalahan yang akhirnya diraih, kalahlah secara TERHORMAT demi MEMBELA BANGSA.
Maju terus Tim Uber Indonesia, semoga sukses... Apapun yang telah terjadi, aku tetap bangga Indonesia... Selamat buat Tim Thomas Indonesia dan juga Korea yang telah berjuang menurut versinya masing-masing... Tetap SEMANGAT!!! @dH1 Jadikan sebagai favorit anda (409) | Cuplik artikel ini | Views: 3792
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |