|
Pesta blogger ditengah krisis |
|
|
|
Ditulis Oleh Adhi Rachdian
|
|
Minggu, 23 November 2008 |
|
[Sudah lama gak update website, mumpung masih hangat...] Pertama-tama selamat untuk penyelanggara sehingga Pesta para Blogger yang digelar pada hari Sabtu, 22 November 2008 di Gedung BPPT dapat berlangsung dengan sukses. Ukuran kesuksesan juga dapat diukur dari jumlah peserta, sponsor, VIP, acara maupun media yang meliput peristiwa tsb. VIP yang datangpun tidak tanggung-tanggung, seorang menteri (Bp. Koesmayanto Kadiman) dan 2 orang pejabat setingkat dirjen (Bp Firman dan Cahyana).
Konotasi pesta memang melekat kuat dengan hura-hura, glamour dan arti lain yang tidak down to earth, tidak menyentuh masyarakat kebanyakan terutama dalam keadaan krisis global saat ini baik di Indonesia maupun di dunia. Apapun yang terjadi, pesta harus jalan terus, let's get it on tak peduli apapun yang terjadi disekitar kita dan tidak punya sense of crisis.
Tema "Blogging for society" yang diusung cukup pas dan hanya saja walaupun diklaim dan dinyatakan mewakili generasi muda (sambutan dirjen piranti lunak kl gak salah, CMIW) dari seluruh bangsa Indonesia seperti halnya yang terjadi pada sumpah pemuda tahun 1928 sebetulnya sangat tidak pas walaupun ada perwakilan berbagai komunitas seperti komunitas bloger borneo, Komunitas Blogger Surabaya, Batam Blogger Community, Blogger Angingmammiri, dll. Dengan kondisi infrastruktur internet yang masih mahal dan juga gadget yang yang hanya dapat dimiliki oleh masyarakat golongan menengah keatas, sudahlah dapat dipastikan tidak menyentuh masyarakat lapisan bawah. Sekedar ingin ikut memberikan sumbangan pemikiran untuk evaluasi acara yang sudah berlangsung dan masukan untuk event yang akan datang demi tujuan agar dapat lebih meluas lagi dan tidak sekedar ajang reuni para gadgeter sebaiknya nama event Pesta Blogger dapat dipertimbangkan kembali denagn nama yang lebih cantik, elegan tetapi merakyat. Hari bloger nasional (seperti yang dicanangkan oleh bp Muh Nuh), "Temu Blogger", "Ajang Blogger", "Blogger Gathering" atau nama lainnya (atau dikonteskan saja) bisa saja menggantikan nama "Pesta Blogger". Walaupun ada yang menganggap apalah arti sebuah nama, nama justeru dapat merepresentasikan tujuan, misi, doa, dll yang pada akhirnya sadar atau tidak, secara langsung atau tidak akan memberikan dampak tertentu. Tanpa niat untuk mencederai kesuksesan Pesta, saya hanya bisa berharap dan berupaya untuk memberikan kontribusi dengan pemikiran yang kecil ini. Walaupun demikian, acara tersebut cukup baik terutama breakout session-nya. Semoga di 2009, dapat lebih sukses lagi... Pesta telah usai, mari kita lanjutkan silaturahmi bloger yang sangat bermanfaat ini agar dapat lebih diterima ditengah masyarakat kita dan bukan hanya sekedar ajang temu para gadgeter... Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan... @dH1 Hanya seorang blogger yang tidak rajin nge-blog yang sedang belajar empati. Jadikan sebagai favorit anda (366) | Cuplik artikel ini | Views: 2753
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |
|
Terakhir diperbaharui ( Minggu, 23 November 2008 )
|