Sekedar berbagi pengalaman buat rekan-rekan yang hobi traveling...
Seperti kita ketahui, salah satu primadona maskapai penerbangan yang
lagi naik daun saat ini adalah AirAsia. Salah satu keunggulannya adalah
program promosinya yang seringkali menyediakan tiket super hemat.
Sistem booking online menggunakan web juga merupakan salah satu
fasilitas untuk memanjakan pelanggannya.
Selain keuntungan menggunakan AirAsia, pengalaman kurang mengenakkan pernah saya
alami bersama istri pada
saat melakukan perjalanan tanggal 9 September 2006 dari Batam ke
Jakarta. Pesawat yang seharusnya berangkat pukul 14.00 ternyata di
"cancel" (dengan alasan pemiliharaan rutin) sehingga kamipun diharuskan
menunggu dan berangkat dengan
pesawat berikutnya yang pada saatnya pun ternyata pesawat yang
seharusnya berangkat pukul 17.00 di delay selama 45 menit. Dan yang
paling menyebalkan tanpa minta maaf, apalagi penggantian reward... :(
So? Kalau menurut saya, bagi anda yang melakukan penerbangan untuk tujuan
bisnis sebaiknya hindari menggunakan AirAsia, sesuai dengan slogan
AirAsia, "Go Holiday" memang sepertinya sesuai buat yang liburan atau tidak terlalu mengejar waktu..
kecuali harga memang faktor yang paling dominan sebagai pertimbangan
anda. Asumsi bahwa AirAsia merupakan maskapai penerbangan mengutamakan
orang yang berplaning dengan baik, sangat mudah terbantahkan karena
merekapun terbukti melakukan pemeliharaan rutin yang kurang
profesional dan terencana.
Anyway, saya tetap suka dan tetap akan bepergian dengan AirAsia.
Soalnya... relatif murahseh....
dan yang paling penting ya... pesawatnya masih
fresh.... ssst kalau pembaca punya info pesawat AirAsia sudah tidak
layak, mohon bagi-bagi informasinya ya... :). Btw, tanggal 10 Nopember
ini aja udah punya tiket ke Surabaya pake AirAsia, pp seharga 890ribuan
untuk berdua. murah gakseh?
Berikut ini adalah pengalaman beberapa rekan yang pernah menggunakan AirAsia:
1.
Syahreza Pahlevi Ginting
Kepada yth Surat Pembaca Kompas,
Saya
memesan tiker di AirAsia via internet untuk keberangkatan Jakarta Medan
PP dengan berangkat tanggal 22 Agustus 2006 dan kembali 25 Agustus
2006. (tertera dibawah);
Istri pergi bersama anak saya yang masih berumur 13 bulan. Setelah
melakukan check in untuk istri saya mendapatkan informasi bahwa tempat
duduk bebas, jadi tidak ada nomor untuk penempatan tempat duduk seperti
penerbangan lain, dan saya menginformasikan hal ini ke istri saya.
Saya
sungguh sangat kecewa ketika mendengar pengalaman istri saya ketika
kembali dari Medan menuju Jakarta. Dengan bersusah payah istri saya
mendapatkan tempat duduk dengan cara agak berebutan tanpa ada bantuan
dari Kru pesawat untuk ibu yang membawa anak. Setelah mendapatkan
tempat duduk, istri saya dikejutkan oleh pramugari Air Asia yang
mengusir istri saya dari tempat duduk yang ditempatinya dengan alasan
bahwa tempat duduk tersebut telah di reserve. Kan aneh, katanya tempat
duduk itu bebas, kok bisa reserve. Tetangga di kiri dan kanannya juga
di usir dengan alasan yang sama, istri dan tetangga-tetangganya sempat
protes akan tetapi tetap aja si Pramugari ngotot, yang pada akhirnya
dengan bersusah payah istri saya mencari tempat duduk baru, dan sungguh
mengecewakan lagi tanpa ada bantuan sedikitpun dari si pramugari yang
terhormat. Istri saya sempat menantang akan melaporkan sang pramugari
dan sang pramugari malah menantang dan dengan menyebutkan namanya(EMI
MEMI)
Dari
pengalaman ini saya dan istri saya sepakat, kalau tidak akan pernah
memakai Air Asia walau tiketnya sedikit lebih murah, apalagi kalau
pergi bersama keluarga/anak kecil karena Air Asia tidak bedanya dengan
Metro Mini Jakarta, sungguh mengecewakan dan Selogan Air Asia lebih
cocok : MURAH KOK MAU NYAMAN.
Hormat saya
Syahreza Pahlevi Ginting
2. Norman
kalo saya sih tetap pencinta air asia, meski wiken kemaren mendapatkan
penglaman buruk, gara2 ketika berangkat pesawat delay sampai 3 jam
lebih (meski akhirnya mulut yg mengomel ini didiamkan dengan sepiring
nasi + udang + sayur + air mineral), dan pas pulangnya delay sampai 1
jam. tetapi sebelum2nya gak ada masalah, apalagi pas ke bali, 2 kali ke
sana selalu tepat waktu, dan nyampenya malah lebih cepat 10-15 menit
dari perkiraan, hihihihi malah yg menyenangkan itu free sitting, karena
saya biasanya langsung duluan masuk ke pesawat, dan duduk di kursi
paling depan yang di depannya ada kursi buat pramugari (berhadap2an).
jadinya selama penerbangan, lumayanlah ada pemandangan,hehehehehehe
Pokoknya I LOVE AIRASIA SO MUCH!!!!!! ^_^
Norman
3. Dini
Setuju..
Ya.. namanya juga orang kerja, complain itu sudah biasa..
Selama saya pakai AirAsia, seringnya ke KL pp atau via Batam kurang lebih
sudah 10 kali baru 1 kali delay itu pun cuma 30 mnt.
Dua sekali waktu bawa anak-anak saya umur 3 dan 8 tahun ke KL selalu
didahulukan masuk jadi ya pasti dapat kursi yang nyuaman sekali.
Dari harga lebih fair.. kita gak perlu takut dikibulin travel agent, dan
harus dibiasakan planning dulu .. jadi pasti lebih murah.. ya gak...
Untuk sekedar Info.. untuk bulan November akhir.. jalan ke Batam cuma 29
ribu plus tax dll, pp cuma kl. 200 ribu lho...
Wassalam,
Dini
4. Ryan Lubis
Saya termasuk pengguna jasa AirAsia yang setia, untuk jalur
Jakarta-Medan dan Jakarta-Batam. Hanya saja, saya belum pernah terbang
menggunakan AirAsia bersama 'anak2' atau 'orang tua'. Jadi terus terang
saya belum pernah merasakan 'sulit'nya melakukan hal itu. Tapi saya
coba bagi pengalaman saya.
Seharusnya memang setiap penumpang bebas untuk menempati tempat duduk
dimana saja (kecuali tempat duduk di dekat jendela darurat). Artinya,
tindakan pramugari yang meminta penumpang pindah ke tempat duduk lain
adalah salah. Lain ceritanya kalo di dekat jendela darurat, peraturan
internasional mengharuskan penumpang yang duduk di dekat situ memenuhi
persyaratan tertentu, dan kalo gak salah orang tua dan penumpang yang
membawa anak tidak dibenarkan.
Berikutnya, semua pramugari AirAsia gak ada yang ramah. Makanya saya
pengen banget gangguin pramugarinya dengan nanya...'mba senyumnya
mana?' Mungkin terbawa suasana penumpang yang semuanya berebutan.
Padahal udah dijamin bakal dapat tempat duduk.
Selanjutnya, menurut saya penerbangan Jakarta-Medan adalah yang paling
liar (gak adil juga sih...soalnya cuma dibandingin dengan
Jakarta-Batam). Mungkin memang aura Medan kota yang demikian kacau,
sampe yang mau datang ke sana pun ikut2an kacau. Kalo di Medan, jangan
harap 'orang tua' atau 'penumpang bersama anak' dapat prioritas.
Hal2 yang menyenangkan menggunakan AirAsia bagi saya adalah:
1. Pembelian tiket bisa dilakukan via web. Lebih transparan, kita suka
harganya silakan beli, gak suka ya gak usah. Dan tiket pun bisa dibeli
kapan saja, bahkan untuk rencana penerbangan berbulan2 ke depan.
2. Tiket dikirim via email, saya gak perlu takut tiket hilang, soalnya
selalu punya arsip di account email saya. Buat saya yang tinggal di
S'pore, alasan 1 dan 2 sangat membantu.
3. Dan, mgk ini yang paling penting...harganya murah...Jkt-Btm bisa cuma 200rb (return).
5. Made Sandi Sadewa
waks..saya pikir dulu saya ke batam pake air asia one way udah plus tax dll cuman 160rebu seorang udah paling murah..
ternyata november ini ada yg lebih murah lagi toh..
btw kalo bepergian 1jam-2jam mah gak signifikan lah perbedaan kenyamanannya..
jadi sama-sama aja lah, tinggal harga tiket yg lebih murah yg bikin nyaman..
kecuali untuk rute jarak jauh kayak melbourne-jkt bisa sampai 7-8jam, baru kerasa bedanya antara naik air bus 330 dan boeing 777
lagian air asia gak selalu lebih murah koq, sapa yg berangkatnya
terplanning jauh2 hari sebelumnya biasanya dapat tiket yg lebih murah,
dari maskapai penerbangan apapun..
salam ngirit
:-)
-babah-
Bagi yang belum pernah nyobain AirAsia, silahkan timbang-timbang
plus-minusnya. Bagi yang sudah pernah dan ingin menambahkan
pengalamannya bersama AirAsia silahkan isi komentar dibawah ini,
cheer... :)
Selamat malam dan salam kenal. Saya Wahyu Nugraha, kami dan rekan seprofesi sepakat untuk menggagas dan membentuk sebuah Asosiasi Profesi Industri Jasa Transportasi Udara, Indonesian Transport Association atau disingkat menjadi ITA mengingat Transportasi yang begitu luas kami yang berprofesi di Transportasi Udara sepakat untuk menamanakan diri sebagai 'Airliners Indonesia'
Fundamental pemikiran untuk menggagas Asosiasi Profesi Industri Jasa Transportasi Udara ini di karenakan kecintaan kami pada dunia penerbangan yang sudah separuh umur ini di abdikan dan juga untuk bersama-sama memberikan kontribusi positif baik berupa ide, gagasan ataupun pemikiran strategis di bidang Industri Jasa Transportasi Udara yang juga sebagai media komunikasi antar sesama profesi, sharing knowledge, implementasi best practise juga untuk memperkenalkan lebih luas lagi mengenai Industri Jasa Transportasi Udara di Indonesia.
Tujuan Asosiasi kami ialah : Turut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia WNI di bidang Profesi Industri Jasa Transportasi di Indonesia yang terbuka bagi individu Warga Negara Indonesia yang berprofesi sbg Praktisi, Akademisi, Pembuat Regulasi, Mahasiswa maupun Pemerhati di bidang Industri Jasa Transportasi Udara.
Media komunikasi on-line resmi bagi member Asosiasi Profesi Industri Jasa Transportasi Udara ini ialah mailing list:
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
dimana materi yang dibahas dalam mailing 'Airliners Indonesia' tidak hanya berupa diskusi & informasi mengenai kegiatan organisasi, tetapi juga mencakup tukar menukar pengetahuan, diskusi teoritis & aplikatif mengenai penerapan & pengembangan profesi bidang Industri Transportasi Udara di Indonesia.
Untuk itu kami mengajak anda selaku profesional dan praktisi untuk dapat bergabung bersama kami memberikan sumbang saran untuk menjadi member silahkan email ke:
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
Kami sangat mengharapkan partisipasi aktif anda untuk turut menyebarkan informasi tentang ITA kapada masyarakat ramai dan menjadi harapan kita semua bahwa ITA tentunya akan selalu aktif dan dinamis berperan untuk menciptakan kader profesional di Industri Jasa Transportasi Udara di Indonesia.
Atas perhatiannya di haturkan terima kasih.
Jabat Erat Airliners Indonesia Indonesian Transport Association
Asosiasi Profesi Industri Jasa Transportasi Udara Indonesia Groups Mail :
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
Berpikir negatif adalah penyakit yg sangat berbahaya (tak ubahnya seperti narkoba dan miras). Pada dasarnya kecanduan itu sendiri adalah dampak dari jiwa yang labil dan negatif hingga mendorong orang berusaha menghindar darinya [Dr. Ibrahim E]
Blog ini resmi diluncurkan kembali pada tanggal 9 Januari 2008. Mohon maaf jika banyak kekurangan. Website lama masih dapat diakses disini. Tahun Baru, Website Baru, Semangat Baru... Semoga bermanfaat!
@dH1 NB: Mohon kritikan dan sarannya, terima kasih.
Pusing Cari Hosting yang Pro? Klik baner dibawah ini...