www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from rachdian. Make your own badge here.
Adhi Rachdian's Facebook Profile
rachdian - View my most interesting photos on Flickriver
Go Holiday dengan Air Asia dan Bandara Internasional Juanda Cetak E-mail
Ditulis Oleh Adhi Rachdian   
Kamis, 16 November 2006
Hati-hati Menggunakan Air Asia

Sunset di Bandara Juanda
Sunset di Bandara Juanda
Pada hari Minggu tanggal 12 Nopember 2006, kami tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya lebih kurang pukul 13.15 dan langsung checkin ke counter Air Asia dan memasukkan 2 barang untuk dijadikan bagasi pesawat. Beberapa anggota keluarga lainnya  (15an orang anggota keluarga) juga  melakukan checkin di counter penerbangannya masing-masing (Lion dan Citilink). Ternyata semua penerbangan mengalami keterlambatan pemberangkatan kecuali Citilink yang boleh diacungkan jempol karena tetap sesuai dengan jadwal penerbangannya.

Tidak terbiasa diam tanpa melakukan aktifitas saya membuka notebook dan memindahkan foto-foto selama di Surabaya  menggunakan "Card Reader", membaca-baca email, menulis pengeluaran dan mengedit beberapa foto. Tanpa terasa, kemudian kami diharuskan naik ke pesawat. Pesawat Air Asia dengan nomer penerbangan QZ7211 jurusan Jakarta dari Surabaya yang seharusnya berangkat pukul 14:45 di delay selama 1 jam dan akan diberangkatkan pada pukul 15:30. Seluruh penumpang akhirnya merasa gembira karena pada waktu yang dijanjikan dipersilahkan naik ke pesawat. Saya dan istri masuk paling terakhir... Dengan menggunakan bis yang disediakan, para penumpang diantarkan ke pesawat yang diparkir di area internasional dan berebutan lah para penumpang untuk naik dengan harapan dapat  menempati tempat duduk yang menurut mereka strategis (kebanyakan memilih tempat dijajaran depan).

Beberapa menit berselang, ada pemberitahuan yang dilakukan oleh pilot pesawat tersebut bahwa pesawat mengalami "sedikit masalah". Tetapi menurut saya tentu saja tidak demikian. Untuk pesawat terbang, sedikit masalah bisa menjadi masalah yang fatal. Kalau kita bandingkan dengan kendaraan darat, ada masalah sedikit dengan kendaraan yang kita naiki jika kemudian terdapat masalah, solusinya ya tinggal mengentikan kendaraan tersebut kapan saja dan memeriksa masalah tersebut. Nah kalau pesawat? Mau minggir kemana lagi? :)

Siap-siap turun kembali!
Siap-siap turun kembali!
Setelah menggunakan sabuk pengaman dan menunggu selama 40 menit, akhirnya kembali kami diberitahukan bahwa para penumpang diharuskan turun dari pesawat dan menunggu di ruang tunggu. Karena posisi pesawat yang dekat dengan ruang tunggu intenasional - Gate 11, kami dipersilahkan menunggu di ruang tunggu untuk keberangkatan ke Luar Negeri.

Lucunya, para penumpang tidak boleh keluar dari ruang tunggu walaupun ingin ke kamar kecil sekalipun. Padahal tidak ada kamar kecil di ruang tunggu. Beberapa saat kemudian petugas (imigrasi) memperbolehkan penumpang melewati daerah "kekuasannya". "Ruang Istirahat (baca: Rest Room)... hehehe... alias kamar kecil (jangan dibaca: Small Room)" di area untuk pemberangakatan penerbangan Internasional ternyata tidak jauh berbeda dengan di area penerbangan domestik, dengan kondisi lampu yang gelap di toiletnya, tidak ada tisu, sabun yang sudah habis dan jorok.

Agak lama kemudian kami ditawarkan minuman teh & kopi hangat. Saya menunggu istri kembali dari kamar kecil sambil menjaga barang-barang yang kami bawa. Sekembalinya istri dan kemudian saya ingin mengambil 2 cangkir teh, minuman tersebut sudah ludes... terlihat bekas tumpahan teh dan kopi berceceran di lantai sehingga terlihat kotor... padahal ruang tunggu tersebut dipenuhi oleh orang-orang berbagai bangsa... Akhirnya niat ini saya urungkan (lagian emang teh & kopinya juga sudah abis tandassss....). Kami meminum perbekalan yang untungnya kami bawa sebelumnya. Seperti biasa karena tidak terbiasa diam, saya melakukan aktifitas... Kali ini saya ingin mencoba hunting foto disekitar ruang tunggu internasional. Saya lihat banyak objek menarik yang dapat diabadikan.

Pesawat Air Asia sedang diperbaiki
Pesawat Air Asia sedang diperbaiki
Mulai dari pesawat Air Asia didepan kami yang sedang diperbaiki dan juga gedung bandara disekitar ruang tunggu gerbang 11. Saya berjalan agak jauh dan akhirnya melihat sendiri bahwa pesawat Air Asia yang akan kami tumpangi sedang di bongkar mesin jet sisi sebelah kanannya. Sebagai orang awam tentu saja hal ini secara psikologis membuat saya merasa tidak tenang. Maghrib menjelang, jam tujuh terlewati, belum ada tanda-tanda pesawat akan berangkat. Menurut saya tidaklah bijak membongkar pesawat didepan penumpang yang akan naik pesawat tersebut...

Air Asia membuktikan ketidak pastiannya jika ditanya kapan pesawat akan berangkat. Saat itu saya berpikir, mungkin satu2nya kepastian menggunakan Air Asia adalah ketidak pastian itu sendiri... Akhirnya saya memutuskan untuk me-refund tiket QZ7211 tersebut (saya lihat beberapa penumpang juga melakukab hal ini). Saya kemudian bergegas menuju counter tiket Air Asia dengan ditemani oleh seorang petugas Air Asia yang berdedikasi tinggi dan berbaik hati mengantarkan saya karena kami tidak diperbolehkan melalui pintu masuk oleh petugas Imigrasi sehingga kami harus memutar melaui jalan yang tadi digunakan oleh bis untuk mengantarkan penumpang. Sesampainya di counter Air Asia dan melakukan proses refund saya kembali ke tempat istri saya yaitu di ruang tunggu Gate 11 yang dengan terpaksa harus melewati petugas imgrasi sehingga perdebatan cukup sengit terjadi. Tidak habis pikir, bandara yang masih darurat kok ya petugasnya sangat kaku. Kebiasaan kita ya... pihak penumpang atau konsumen selalu dipihak yang lemah. Masalah kewajiban konsumen sangatlah intoleran akan tetapi kalau kita menuntut hak pelanggan maka...

Tidak terhitung berapa kali pengumuman yang terdengar mengucapkan kata "maaf pesawat 'anu' di delay... bla...bla..." selama saya berada di bandara. Setelah menjemput istri saya kemudian saya kembali ke untuk melakukan boarding Adam Air yang sebelumnya mampir dulu ke counter Air Asia untuk menanyakan apakah bagasi kami bisa diambil? Ternyata petugasnya tidak mem-followupnya. Terus terang sayapun setelah melakukan refund, tidak langsung ke tempat bagian check-in untuk mengambil kembali bagasi saya kembali. Akhirnya saya harus mem"push" petugas Air Asia untuk menurunkan bagasi kami. Dengan menggunakan HT, petugas dibagian yang mengatur bagasi memberitahukan bahwa mereka sedikit kesulitan untuk mengenali barang kami karena hari juga sudah malam (demikian penjelasan mereka) dan terdengar burung hantu.. suaranya merdu.... (ups.. iniseh syair lagu ya...). Alasan yang aneh (sesuai dengan maskapai yang aneh), apa memang gak punya lampu?

Setelah 1 jam baru barang kami bisa kembali. Sambil menunggu saya juga mendengar ada sekitar lebih dari 5 orang yang ingin komplain, diantaranya beberapa penumpang yang baru datang dari Jakarta dan pada saat mengambil bagasi, barangnya tidak sesuai. Mereka kemudian komplain yang kemudian ditanggapi oleh pihak Air Asia untuk bersabar karena setelah ditelusuri bahwa barang-barang mereka kembali terbawa pesawat Air Asia yang ke Jakarta, sehingga mereka harus menunggu pesawat tersebut kembali lagi ke Surabaya. Ber-kali2 saya dan beberapa orang penumpang ingin bertemu dengan manajer atau paling tidak orang yang bertanggung jawab atas operasional Air Asia di Surabaya, dan jawaban mereka sangat ber-belit2 dan terkesan menghindar bukan mencari solusi. Salah seorang petugas Air Asia mengatakan bahwa "tidak ada manajer" disini, yang ada hanya TL (baca: Team Leader). Pantesan aja... :)

Perjalanan pulang dari Surabaya menuju Jakarta dengan menggunakan Air Asia merupakan pengalaman buruk yang mudah-mudahan tidak dialami oleh pembaca. Kata siapa Air Asia murah? ternyata waktu jauh lebih berharga, nilai refund dan tenaga yang dikeluarkan untuk mengurusi tetek bengek dsbnya tidaklah sebanding dengan harga tiket yang ditawarkan. Belum lagi kalau kita hitung biaya ekstra yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan tiket dadakan yang harganya ditentukan oleh sindikat calo di Bandara Juanda, biaya dinner, minuman dan tetek bengek lainnya. Pada akhirnya total biaya yang dikeluarkan menjadi paling mahal dibandingkan dengan maskapai penerbangan domestik manapun. Walaupun demikian, kami cukup beruntung karena pada saat berangkat dari Jakarta, Air Asia sangatlah tepat waktu.

Bagaimana tidak, setelah lebih dari 8 jam di Airport akhirnya kami pulang menggunakan Adam Air (yang juga delay sekitar 1.5 jam). Beruntung bagi saya yang bisa melewatkan waktu dengan sedikit menyalurkan hobi (baca: fotografi & komputer), tapi bagaimana dengan istri saya yang kebetulan berprofesi sebagai dokter yang harus standby di Rumah Sakit pada keesokan paginya? Malam itupun rasa pusing sudah menghinggapinya. Bagaimana juga degan penumpang lainnya? Bagaimana dengan seorang ibu (penumpang yang berumur sekitar diatas 50 th-an yang sempat berbincang dengan kami) yang bepergian sendiri? Bagaimana dengan penumpang yang membawa anak kecil dan bayi yang sudah terlihat merengek? Bagaimana dengan kendaraan ibu tersebut sesampainya di Jakarta ditengah malam seperti itu? Beruntung lagi, kami ada yang menjemput. Keterlambatan yang signifikan akan menimbulkan efek domino bagi penumpangnya.

Sebetulnya kekacauan di Bandara Internasional Juanda Surabaya yang baru 3 hari "soft launching" karena mengejar target (yang katanya) akan diresmikan oleh Presiden SBY pada hari senin, 13 Nopember 2006 memang sangat terasa. Hampir semua penerbangan mengalami keterlambatan, paling tidak 1 jam. Bandara yang belum layak untuk digunakan, terasa sangat dipaksakan untuk segera di "manfaatkan". Kebingungan seluruh petugas dan juga kordinasi yang tidak bagus sangat terlihat nyata. Calo-calo tiketpun bisa dengan tenang bekerja dan telihat se-olah mereka bekerja secara legal. Yang paling nyata adalah ketika saya menanyakan tiket ke Jakarta pada petugas loket maskapai Lion, dikatakan bahwa tiket untuk penerbangan ke Jakarta sudah habis, padahal beberapa saat kemudian saya ditawarkan oleh seorang calo untuk membeli tiketnya, yang masih didepan mata saya calo tersebut kemudian membayarnya kepada petugas di loket yang tadi mengatakan bahwa tiket Lion sudah habis. Aneh ya? bandara baru, tapi orang-orang yang bekerjanya tetap saja mentalnya tidak diperbaharui, sudah bisa diprediksi tahun-tahun kedepannya. Apa justeru tidak aneh? Karena memang demikianlah negara kita.

Banyak pertanyaan yang masih belum terjawab. Jika kita bermasalah dengan salah satu maskapai penerbangan, dimana kita bisa mengadu? Direktorat perhubungan darat? Bandara bersangkutan atau? Lembaga Konsumen? Atau? hanya bisa menulis di blog ini... bagi yang tidak? Gondok aja... emang enak...

Bagi anda yang ingin merasakan kedahsyatannya bandara baru dengan Air Asia adalah kombinasi yang sangat istimewa untuk... GO HOLIDAY!

Tak lupa kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT kami tetap diberikan kesehatan... amiiin...
 :)


Jakarta, 16 Nopember 2006

@dH1


Jadikan sebagai favorit anda (220) | Cuplik artikel ini | Views: 10827

Komentar (4)
1. 25-11-2006 23:14
AIR ASIA
:)  
Sebelumnya saya mewakili Guest Service Staff yang bertugas pada saat itu ingin menyampaikan permintaan maaf kepada bapak Adhi jos akibat ketidaknyamanan ini kebetulan yang menghandle untuk menurunkan bagasi itu saya sendiri melihat kondisi di dalam tempat menaruh bagasi sgt gelap saya kesulitan utk mencari bagasi bapak, penerangan dlm ruang bagasi tdk berfungsi karena kondisi pesawat lagi diperbaiki ditambah lagi porter yg tdk ada di lapangan karena menghandle pesawat lain saya putuskan utk mencari sendiri dgn naek ke dalam ruang bagasi pesawat yg gelap meskipun dgn susah payah akhirnya dapat menemukan bagasi bapak diantara tumpukan bagasi yg lain. mudah2an pengalaman bapak menjadi pelajaran bagi kami untuk meningkatkan pelayanan penerbangan kami.....Now Everyone Can Fly....... 
 
 
GSA SUB STATION 
 
 
Guest
Guest
2. 29-11-2006 17:03
Terima kasih atas tanggapannya, semoga..
Menurut saya, anda sebagai Guest Service Staff yang mewakili GSA SUB STATION sangat cocok untuk menjadi manajer menggantikan posisi "bos anda yang tidak bertanggung jawab". Atau bahkan melihat respond anda yang sangat peka dan baik, malah anda cocok sebagai Mgr PRnya AirAsia.  
 
Terima kasih sekali lagi atas Tanggapannya. Tetapi kenapa sampai hari ini CC saya belum ada transaksi mengenai refund pembelian tiket AirAsia? Jika refund-nya terlalu lama, bagaimana dengan bunga CCnya? 
Semoga AirAsia gak bikin penumpangnya "fly" beneran...  
 
Mudah2an kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama-sama baik AirAsia, terutama bagi calon penumpang agar lebih selektif dan kritis lagi dalam memilih maskapai penerbangan. 
 
 
@dH1
Guest
Adhi Rachdian
3. 03-04-2007 13:51
Refund
Akhirnya refund dilakukan oleh Air Asia pada tanggal 30 Januari 2007 ke account CC saya. 
 
 
@dH1
Guest
Adhi Rachdian
4. 29-04-2007 20:05
er
mau nanya masalah tiket yang tujuan sukarno hatta informasinya bisalihat dimana
Guest
Guest

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Terakhir diperbaharui ( Jumat, 17 November 2006 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

My Baby

Raihaanah Aqilaputri Rachdian - Only a Baby Blog
Aqila Blog
  • Selamat Untuk Papa Kusnandi Rusmil
    Puji dan syukur kami sekeluarga panjatkan kehadirat Allah SWT atas keberhasilan Papa/Datok Kusnandi Rusmil yang telah berhasil dalam ujian akhirnya...
  • 4 Mei 2008 - Umur 4 Bulan
    Diukur pagi hari sekitar jam 08:00, Panjang Badan (PB): 65Cm, Berat Badan (BB): 6.8Kg dan Lingkar Kepala: 41Cm. Berarti secara...
  • Healthy Mom, Healthy Kid
    Oleh-oleh dari Hotel Tropicana Aston, Jl Cihampelas, Bandung pada tanggal 26 April 2008.Pentingnya Penglihatan Untuk Kecerdasan Anak- Oleh Dr. Kusnandi...