|
Selamat atas rekan-rekan Komunitas Fotografi Bandung Heritage (KFBH) yang telah turut akif berpartisipasi mensukseskan "Peluncuran Buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe" di Parijs van Java (PVJ), JL Sukajadi - Bandung pada tanggal 1 Maret 2008 khususnya:
- Dadan Nugraha
- Rachmat Fajar
- Erick Febrianto
- Andriana
- Cindy Permatasari
- Andai Wulandari
- Eli
- Annisa Soleha
- Galih
- Tubagus Adhi
- Granesia
- Galeri Kisunda / Bapak Maman
- Showtime Kostum
Sumber: http://bandungheritage.org. Berita lengkap klik disini
Sehari sebelumnya yaitu Jumat tanggal 29 Februari, setelah rapat manajemen di kantor dan dilanjut dengan sholat Jumat, saya bersama sohib lama dari kuliah, ya... siapa lagi kalau bukan Babah alias Sandi alias Boneng yang kebetulan sudah standby di kantor, langsung meluncur ke Omah Sendok di Jl Empu Sendok, di daerah Senopati. Rencananya kita akan brainstorming ditempat itu dengan teman lain dari BVMdigital . Dijalan perut terasa lapar dan sepertinya sudah tidak bisa diajak kompromi, kitapun dengan spontan mencari tempat untuk makan siang. Hujan yang sangat besar menambah klop dan semakin memicu otak kita untuk segera mengirimkan sinyal2 laparnya ke perut sehingga lambungpun mempercepat produksi asamnya. Di Jl. Senopati, ada rumah makan khusus makanan Palembang yang sepertinya spontan terlintas di otak sohib saya untuk makan disana. Nama Rumah Makannya sendiri saya lupa, yang jelas persis di seberang pusat jajanan Blok S. Pemiliknya adalah teman kami. Babah yang siang itu sangat antusias untuk makan disana langsung mengarahkan kesana. Tadinya saya sempat menolak, bukan karena gak selera sama masakannya tetapi karena pengen makan yang ada nasinya, maklum lidah saya bukan lidah "wong kito galo" seh... gakda nasi gak nendang, apalagai makan siang... mosok makan siang makan mpek-mpek? mencret ntar... hehehehe... Kalau soal rasa, ya boleh dibilang masuk kategori mpek2 paling enak di Jakarta. Dibandingin mpek2 pak raden ajaseh, gakda sekukunya.... Konon, salah satu makanan faforit Mbak Mega (mantan presiden kita) adalah mpek2 dan hidangan palembang dari restoran tsb (lha emang napa kl bu mega doyan ya...hahahaha). Beberapa acara wisata kuliner porgram tv juga pernah meliput restoran tsb. Akhirnya saya juga setuju untuk makan disana lagian kan menunya bukan cuma mpek2, semua hidangan khas palembang tersedia. Ada hal yang (mudah2an) pengalaman pertama & terakhir... Setelah memarkir mobil mitsubishi L200 stradanya yang panjang, Babah dengan sangat ter-buru2 (akumulasi kondisi hujan gede & laper..) keluar dari mobil, dijemput oleh tukang parkir yang sigap membawakan payungnya dan langsung menekan remote mengaktifkan alarm sekaligus central locknya, dimana pada saat bersamaan, saya juga bergerak keluar mobil, tangan kiri saya memegang payung, tangan kanan memegang handphone dengan empat jari, sementara jari kelingking meregang sambil mencolek pintu mobil agar menutup. Kalau dibayangkan tangan kanan saya persis seperti orang yang sedang melakukan salam metal. Lucunya atau mungkin bodohnya, jari saya tidak ikut keluar malah terjepit disela pintu. Spontan karena sakit, saya teriak memanggil, "Beh, beh... beh...jariku kejepit, buka pintunya....". Celakanya hujan yang deras dan pintu yang sangat rapat menutup sehingga alarm tidak berbunyi menyebabkan kuping sohib saya tsb tidak mendengar teriakan saya. Babah dengan tenangnya terus masuk ke dalam ruangan. Berabe deh... mau ninggalin kelingking ntar dikira yakuza ngebuntungin jari sendiri, kan gak lucu ntar gak bisa ngupil lagi... :) Dalam keadaan tangan kiri tetap memegang payung, air hujan sudah mulai membasahi hp dan tangan kanan, saya lihat tukang parkir lewat dan akan segera menjauh untuk memarkir mobol lainnya. Saya coba memanggil, pak.... pak... pak... sambil mengeraskan mengeraskan suara... Alhamdulillah dia menoleh, saya akhirnya meminta tolong untuk dipanggilkan teman saya di dalam. Bapak tukang parkir kemudian dengan segera memanggil Babah yang kemudian beberapa saat keluar sambil menekan remote agar pintu mobil terbuka.... tuit... tuit... suara alarm berbunyi paralel dengan perasaan lega yang tidak ada duanya... persis kalau kita sakit perut & gak tahu buang hajat dimana & kemudian ketemu WC.. wah.... muantepnya gak ketulungan... langsung darah serasa mengalir lancar, jantung yang tadinya berdebar kencang memperlambat iramanya. seeerrr... plong.... darah di kelingking terasa mengalir kencang dan beberapa saat kemudian rasa nyut2an di ujung jari kelingking mulai terasa. Saya lihat kelingking, berdarah dan tentu saja bengkak. Kami berdua kemudian masuk diiringi semua mata diruangan tsb yang tertuju kepada kami khususnya ke saya. Om Tomy pemilik restoran yang memang sudah cukup akrab dengan babah menanyakan keadaan saya yang kemudian terkekeh karena saya bilang kondisi (kelingking) saya ok2 saja. Om Tomy yang gak kuat menahan tawa akhirnya tertawa dan mengatakan hayo... kelingking saya abis ngapain tuh? saya, babah, waiter dan semuanya tertawa. Babah cerita ke om tomi kl kejadiannya terjadi pada dirinya boro2 mau makan, yang ada bakalan uring2an seharian, ya ini malah ikut ketawa2... Sambil bercerita kejadian tsb dan mengelap darah di kelingking, kami memesan makanan. Makanan pertama yang dipesan adalah pindang ikan patin dan pindang iga plus nasi dong.... hmmm ... rasanya.... dahsyat... bumbu dan aroma rempah2nya muantep bgt. kl kata om bondan, mak nyussss....belum lagi babak kedua berupa mi celor yang dihidangkan gratis oleh om Tomi sebagai bonus. Sebagai makanan penutup mpek2 berbagai jenis. Perutpun sudah gak keruan rasanya. Setelah membayar, saya mengajak babah untuk segera pergi karena kalau tidak begitu, bisa berlanjut deh obrolan babah dengan om tomi & bisa ngaret pertemuannya. Acara kami berlanjut di omah sendok dan kemudian ke bank mandiri kemang, duren tiga, Kartika Chandra, dan kemudian dari tebet dengan menggunakan travel transline saya melanjutkan perjalanan ke bandung sementara babah buru2 pulang ke rumahnya. Alhamdulliah jam 23.30 saya tiba di Bandung dan langsung ke kamar mandi & menguras isi perut.... wayawww.... atttiiiittt peyuuuttt..... legaaaaa..... hhhhh..... Sejak diperjalanan dari jakarta ke bandung, saya sudah cukup intensif sms dan telp2an dengan dadan (dedengkotnya bandung Heritage) yang mengundang saya untuk ikut membantu acara di "Peluncuran Buku Wajah Bandoeng Tempo Doeloe" di PVJ. Persiapan acara harus dilakukan pada malam itu. Persiapan acara selesai hingga pukul 2.30 hari sabtunya, kami sepakat untuk segera pulang dan istirahat karena sudah harus siap 2 jam sebelum acara dimulai. Pagi harinya setelah semua lengkap dan acara dimulai, kurang lebih jam 11, saya pamit pulang karena sudah janji ada acara keluarga. Kebetulan dari PVJ tinggal menyeberang saja, jadi ya sangat hemat waktu. Acara keluarga yang dimaksud adalah ulang tahun mamah saya. Tanggal 1 Maret 2008 adalah hari ulang tahun mamahku tercinta yang ke-63.... Selamat ulang tahun mamah, semoga Allah swt selalu melindungi, memberikan hidayahNya dan meberkahi setiap langkah mamah... Sekitar jam 16.30 selesai acara keluarga, saya kembali ke PVJ. Malam hari saya sempatkan untuk menidurkan bayiku sayang... Aqila yang cantik... bersaamaan ajakan dadan untuk dinner bersama di Cilaki... Dan, thanks bro... A long journey... Maret 2008
@dH1 Jadikan sebagai favorit anda (189) | Cuplik artikel ini | Views: 2632
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |