|
Sebuah Wacana mengenai Jihad dibidang Teknologi khususnya Teknologi Informasi
Topik ini diangkat karena ketertarikan saya membaca tulisan yang dimuat pada Buletin Jumat Al-Amanah edisi 16 Desember 2005 yang berjudul "Abad Kejayaan Islam Dimulai".
Buletin itu sendiri merupakan olahan dari hasil liputan tim redaksi buletin tersebut dari khutbah yang disampaikan oleh KH Sabilal Rosyad di masjid Raudhatul Falah Karet Pedurenan Jakarta Selatan.
Dikatakan buletin tersebut bahwa isi khutbah sungguh menarik karena mengupas makna jihad dengan sangat luas. Jihad ekonomi, politik, dan juga jihad dalam makna perang.
Sejak zaman Bung Karno sampai sekarang umat Islam selalu menjadi sasaran diskriminasi. Zaman Bung Karno, bila umat Islam tidak sehaluan dengan pemerintah disebutlah kontrarevolusioner, zaman Pak Harto disebut subversif, dan sekarang umat Islam kembali tersudutkan dengan istilah fundamentalis, teroris.
Apalagi sekarang pesantren-pesantren mendapat pengawasan super ketat. Ini sungguh menyedihkan.
Zaman penjajahan Belanda dan Jepang justeru perlawanan rakyat dikomandoi dari pesantren-pesantren. Kemerdekaan yang sekarang kita nikmati ini tidak lepas dari peran serta para kyai, ulama dari pondok pesantren. Kita tidak boleh melupakan itu.
Jihad yang bermakna perang dalam Islampun memiliki etika dan tatakrama yang agung. Perang dalam Islam tidak boleh membunuh wanita, anak-anak, orang-orang tua dan penduduk sipil. Tidak boleh menghancurkan rumah ibadah. Yang boleh dibunuh adalah pasukan perang dan tentara.
Musuh yang sudah menyerahpun tidak diperkenankan untuk dibunuh, Mereka cuma ditawan namun diperlakukan dengan baik.
Untuk melakukan jihad dibutuhkan komando dari pimpinan negara seperti presiden, raja atau perdana menteri. Tidak bisa oleh perorangan atau organisasi tertentu.
Demikian intisari yang disampaikan oleh ustadz Sabilal Rosyad dengan penuh semangat.
Uraiannya jelas dan kata-katanya sangat meyakinkan sehingga mampu membuka wawasan lebih jauh lagi tentang makna jihad yang sebenarnya.
Ketika Solahudin Al - Ayyubi menaklukan Israel dimana kaum Kaum Yahudi masih ada ynag sembahyang di sepanjang batu ratapan, tentara kaum Muslimin tidak melarang, Ini artinya ketika Islam menaklukan sebuah negeri tidak membawa bencana bencana bahkan sebaliknya membawa ketentraman kepada masyarakatnya yang selama ini berada dalama kedzaliman penguasa.
Tapi apa yang terjadi bila segolongan kaum kuffar menaklukan negara Islam, semuanya diluluh lantakkan tanpa sisa. Ini adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah.
Kadang kita harus merenung untuk mencerna setiap peristiwa dengan mata hati yang jernih bukan dengan nafsu syaitoni.
Khutbah yang disampaikan ustadz Sabilal Rosyad sangat sejalan dengan pemikiran saya sejak lama, walaupun ada cara pandang yang sedikit berbeda dengan yang tertulis pada buletin.
Saya ingin memfokuskan diri dan mengimplementasikannya menjadi bagian yang mikro, lebih spesifik lagi ingin melakukan "Jihad cerdas" dengan memaknainya dibidang yang saya geluti yaitu Teknogi Informasi tanpa perlu menyalahkan faktor eksternal. Sangat banyak hal yang dapat dilakukan dan islami pada diri kita sendiri terlebih dahulu.
Didunia intenet, tidak mengunjungi situs-situs jorok, tidak merusak website orang (perusahaan) lain, dan tidak menyebarkan info bohong/fitnah di situs maupun email sudah merupakan bentuk pasif upaya kita. Lebih aktif lagi dapat dengan cara ikut mengkampanyekan hal-hal yang bersifat edukasi. Mendukung website-website atau milis-milis yang bertujuan mengkampanyekan anti korupsi atau anti maksiat misalnya sudah merupakan perjuangan tersendiri. Memang secara realisitis website-website/milis-milis seperti itu jarang dikunjungi sehingga akhirnya sangat sedikit yang mendukungnya yang kemudian perlahan-lahan hilang dari peredaran internet. Dengan keyakinan, keteguhan dan konsistensi, mari kita rapatkan barisan, saling mendukung dalam kabaikan tanpa perlu menyalahkan orang lain tetapi lebih melihat apa yang bisa kita sumbangkan dibidang kita. Sedikit demi sedikit bersinergi dengan baik secara akumulasi akan membuat sebuah bola salju yang besar dan akhirnya melibas kemungkaran.
Dibidang apapun sebetulnya menuntut sifat positif manusia untuk menuju hasil yang lebih baik. Sifat manusia yang korup, dibidang apapun sifat tersebut pasti akan membawa petaka cepat atau lambat. Dibidang ekonomi sifat ini sudah sangat kasat sehingga tidak perlu diilustrasikan lagi. Di bidang IT, sifat ini akan membawa petaka ambruknya sistem tinggal menunggu waktu. Kalaupun menguntungkan bagi orang tersebut yang jelas akan sangat banyak merugikan orang lain.
Akhir kata, jika setiap individu konsisten dan (berusaha) berbuat positif seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, Insya Allah Indonesia pada khususnya dan dunia Islam pada umumnya akan berjaya kembali yang pada akhirnya umat di dunia akan selamat di dunia maupun akhirat.
JIHAD??? Siapa takut..... :)
Jumat, 16 Desember 2005 16:00
@dH1
Jadikan sebagai favorit anda (67) | Cuplik artikel ini | Views: 3722
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |