|
|
Ditulis Oleh Adhi Rachdian
|
|
Senin, 30 Agustus 2010 |
|
"Tak ada orang yang antusias dengan pekerjaannya punya rasa takut dalam kehidupan" [Samuel goldwyn] Sesungguhnya tiada insan suci yg tidak mempunyai masa lampau dan tiada insan berdosa yg tak punyai masa depan. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Adhi Rachdian
|
|
Rabu, 28 Juli 2010 |
|
Ibarat tubuh perlu makanan bergizi agar tetap sehat, otak kita juga perlu pikiran bergizi (positif) agar tetap memiliki "mind set" yg sehat juga... [dr berbagai sumber] |
|
|
Ditulis Oleh Adhi Rachdian
|
|
Jumat, 16 Juli 2010 |
|
Manusia mungkin berbuat salah tetapi yang tidak dibenarkan adalah mempertahankan sesuatu yang negatif dan mengulanginya hingga menjadi kebiasaa. "Watch your habits they become your character" - Eleanor Roosevelt. |
|
|
Ditulis Oleh Adhi Rachdian
|
|
Jumat, 02 Juli 2010 |
|
Pada dasarnya semua manusia didunia itu ditakdirkan berbahagia. Perhatikan tingkah laku anak yang begitu ceria dan polos. Kalaupun ada diantara kita yang merasa tidak/kurang bahagia, lingkungan (internal/ekxternal)lah yang mencemari dan membuat kebahagiaan itu menjadi hibernasi dan mati suri.
Paranormal mengatakan, aura kita tertutup, para sufi bilang hati kita masih terhalang hijab, psikolog mengatakan adanya bloking akibat kecenderungan kita berpikir negatif.
Berdoa saja tidak cukup, saatnya kita ubah persepsi pikiran, perasaan dan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, Allah swt. Selamat Jumatan bagi yang menjalankannya, selamat berbahagia untuk semua insan di dunia. |
|
|
Ditulis Oleh Adhi Rachdian
|
|
Kamis, 01 Juli 2010 |
Dalam The Aladdin factor, Jack canfield dan Mark Victor Hansen menulis bahwa setiap hari kita (manusia) menerima lebih dari 60.000 pikiran. Satu2nya yang dibutuhkan dalam menyikapi berbagai pikiran itu adalah orientasi yang ditentukan oleh kita sendiri.
Jika kita memutuskan memilih orientasi negatif maka hasilnya akan negatif, dan begitu sebaliknya. |
|
|
Ditulis Oleh Arif Kusbandono
|
|
Jumat, 18 September 2009 |
 Duet maut Utha Likumahuwa dengan Didiek. Photo by Adhi Rachdian Ada nafas lirih dalam petik flamenco dan sayat tango. Apakah itu datangnya dari lentik dawai harpa (Maya Hasan) ataupun cakar rasgueado gitar (Yeppi Romero, Agam Hamzah, Tohpati, Budjana). Untai minor harmonik yang dekat dengan maqam Arabik memang lebih kena untuk menggiring tragis dan sedih ke batin pendengarnya. Apalagi ini adalah untuk berempati di bulan Ramadhan. Yang atas recana besar-Nya pulalah, gempa 7.3 skala richter mengguncang Jawa Barat di minggu ke dua puasa. Ratusan ribu masyarakat Jabar terpaksa mengungsi dengan sebagian lainnya harus berduka kehilangan anggota keluarganya. Bencana sontak mengubah wajah Jabar, menyibak balada indah jadi kelam requiem, menyibak ”Rayuan Pulau Kelapa” jadi ”Mengheningkan Cipta” (Bintang, Arief, Gerry). Dalam suasana lain, empati juga ditularkan lewat spirit ”Sekitar Kita” (Andien) atau ”Esok Kan Masih Ada” (Utha Likumahuwa) yang membangun moral dan pengharapan. Yang Pertama Memberi Komentar | Jadikan sebagai favorit anda (200) | Cuplik artikel ini | Views: 1926 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Adhi Rachdian
|
|
Kamis, 27 Agustus 2009 |
 Dua orang anak jalanan di Stasiun KA Cianjur * mereka tidak penah minta untuk dilahirkan * tetapi lihat mereka kini * akankah mereka survive? * bagaimana keturunan dan anak2 mereka kelak. akankah bernasib seperti mereka? * lingkaran setan ini harus diputus * bersyukurlah bagi anak2 kita/keluarga/kerabat yang diberikan kemudahan oleh allah swt dalam mengarungi kehidupan... selamat berpuasa bagi yang melaksanakannya, semoga dalam bulan yg penuh dengan berkah ini dapat menjadi ladang amal bagi kita semua...
Komentar (1) | Jadikan sebagai favorit anda (214) | Cuplik artikel ini | Views: 1655 |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 9 dari 34 |